Miris, Anak Balita Dijadikan Manusia Silver

REVOLUSINEWS.ID KARAWANG – Dimasa pandemi ini imbasnya sangat memprihatinkan untuk roda perekonomian. sehingga tidak sedikit perusahaan yang mem PHK karyawannya juga tidak sedikit pengusaha kuliner yang gulung tikar, selain itu berimbas pada semakin bertambahnya angka pengangguran.

Seperti halnya juga yang dirasakan anak-anak manusia silver yang sekarang ramai keberadaannya di wilayah Kecamatan Cikampek dan sekitarnya. Anak-anak ini dari berbagai daerah, ada dari Bandung, Sumatera Barat, Bogor, Cikampek , Kopo, Dawuan dan Ciselang. Mirisnya balitapun ada menjadi manusia silver karena keadaan yang membuat ibunya menjadikan anaknya yang masih berumur satu tahun menjadi manusia silver.

Salah satu manusia silver, Robi Kurniawan alias Gembel saat diwawancara revolusinews.id mengatakan, kita menjadi manusia silver untuk makan sehari-hari sama buat bayar kosan atau kontrakan, daripada kita pada tidur dijalanan, apalagi sekarang rawannya geng motor. Kasihan sama anak-anak kecil dan mereka tidak bisa kena angin malam takut terjadi apa-apa pada mereka yang masih kecil-kecil ini, ungkapnya.

Gembel menjelaskan, ada balita sivler juga, sebenarnya ibunya tidak tega melihat anaknya yang masih balita ikut menjadi manusia silver atau bayi silver, karena keterpaksaan ekonomi sehingga menjadikan anaknya yang masih balita menjadi manusia silver. Dan juga karena tidak punya bapa balita ini, sehingga ibunya harus mencari nafkah untuk makan dan kebutuhan dengan keterpaksaan menjadikan anaknya yang masih berumur satu tahun ini menjadi balita silver, jelasnya dengan nada sedih.

“Apalagi dimasa covid ini cari uang susah. Ya ada juga untuk prokes pakai masker tapi karena keterbatasan masker akhirnya ada yang tidak pakai juga. Paling kalau kita jalan ke kampung-kampung atau ke perumahan-perumahan kita pakai masker semua,”tutur Gembel.

Kalau lagi ramai dapat 200ribu sehari, tapi kalau lagi sepi paling dapet 80 ribu- 50 ribu sehari, jelasnya.

Gembel menuturkan, ingin bisa dapatkan pekerjaan yang lebih baik dan kalau bisa kita-kita ini diberikan pekerjaan karena mencari pekerjaan sangat susah saat ini. Semoga pemerintah setempat peduli kepada kami yang kerjanya hanya minta belas kasihan dari orang, tandas Gembel pada revolusinews.id. (ahd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *